Sejarah
Niat Murni & Restu Guru Agung
Niat untuk mendirikan sebuah pesantren secara mandiri telah tertanam kuat di hati sang perintis, Al-Maghfurlah Asy-Syaikh Al-Murabbi Sayyidil Walid Abdullah bin Awad bin Ahmad Abdun, sejak tahun 1971 M saat beliau masih berkhidmah mengajar di Al-Ma’hadul Islami Bondowoso.
Setelah melalui ikhtiar dan proses yang panjang, cita-cita mulia ini mendapatkan sambutan, rekomendasi, serta dukungan penuh dari guru agung beliau di Makkah Al-Mukarramah, Al-Imam Al-Muhaddits Al-‘Allamah Prof. Dr. As-Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki Al-Hasani, serta dukungan dana dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.
"Pondok Pesantren Daruttauhid resmi didirikan di Kota Malang pada tanggal 20 Agustus 1981 M, bertepatan dengan 20 Syawal 1401 H."
Nama “Daruttauhid” diberikan langsung oleh Al-Imam Abuya Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki Al-Hasani, yang merekomendasikan penggantian dari rencana nama awal yang semula dirancang bernama “Yayasan An-Nuur”.
Kronik Perkembangan Pesantren
Awal Berdiri di Sumbersari Barat
Aktivitas taklim perdana bertempat di Masjid Jami’ Sumbersari Barat “Manarul Huda”, dengan asrama santri berupa rumah kontrakan sederhana di Jl. Sumbersari IV/260 A Malang. Pembelajaran dirintis bersama 5 (lima) orang santri pertama.
Kepindahan ke Kampus Dinoyo
Pesantren secara resmi berpindah ke lokasi kampus permanen yang ditempati hingga saat ini di Jl. Sunan Ampel III/10, Dinoyo, Lowokwaru, Kota Malang.
Pembukaan Madrasah Aliyah (MA)
Mulai dibukanya jenjang Madrasah Aliyah Daruttauhid dengan kurikulum Kementerian Agama RI sebagai sarana pendidikan formal menengah atas yang melengkapi penguasaan keilmuan diniyah santri.
Pembukaan Madrasah Tsanawiyah (MTs)
Madrasah Tsanawiyah Daruttauhid resmi didirikan di bawah naungan Kementerian Agama RI untuk melayani pendidikan formal tingkat menengah pertama.
Landasan Manhaj & Tradisi Pesantren
Sejak awal didirikan hingga masa kini, Pondok Pesantren Daruttauhid Malang teguh berpijak pada sanad keilmuan yang bersambung kepada salafus shalih:
Ahlus Sunnah wal Jama’ah
Berlandaskan akidah Asy’ariyah yang kokoh, lurus, dan mengedepankan kemurnian tauhid.
Al-Imam Asy-Syafi’i
Mengkaji dan mengamalkan metodologi fiqih Madzhab Syafi'i berbasis kitab-kitab turats mu'tabarah.
Thariqah Ba’alawi
Membina tazkiyatun nufus, adab luhur santri, serta wirid dan amaliyah salafus shalih.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar