Profil Pendiri

Tokoh Perintis

Al-Maghfurlah Asy-Syaikh Abdullah bin Awad Abdun

Ulama Kharismatik, Pendidik Sejati (Murabbi), dan Pendiri Pondok Pesantren Daruttauhid Malang (1936 – 2002 M)

Biografi Singkat & Kelahiran

Al-Maghfurlah Asy-Syaikh Abdullah bin Awad Abdun Al-Maghfurlah Asy-Syaikh Abdullah bin Awad Abdun

Al-Maghfurlah Asy-Syaikh Al-Murabbi Sayyidil Walid Abdullah bin Awad bin Ahmad Abdun adalah sosok ulama pendidik yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk dakwah, ilmu agama, dan tarbiyah generasi muslim. Beliau dilahirkan di Pelawa, Parigi, Sulawesi Tengah, pada tanggal 19 November 1936 M (06 Ramadhan 1355 H), dari seorang ayah bernama Asy-Syaikh Awad bin Ahmad Abdun.

Beliau dikenal sebagai pribadi yang sangat menghargai waktu, istiqamah, dan sabar dalam membina para santri. Konsistensi mengajar beliau telah mengantarkan lahirnya banyak ulama, da’i, serta pengasuh pondok pesantren di berbagai penjuru Nusantara.

Perjalanan Menuntut Ilmu

Sejak masa kanak-kanak, beliau menimba ilmu di Pesantren Al-Khairat Palu di bawah asuhan langsung ulama besar Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri. Berkat kesungguhan dan ketajaman pemikirannya, pada usia belia 17 tahun beliau telah dipercaya menjadi pengajar di Madrasah Al-Khairat.

Pada tahun 1958 M, beliau melanjutkan pengembaraan ilmiah ke Kota Malang dan berguru kepada Al-Imam Al-Habib Abdul Qodir bin Ahmad Balfagih di Pondok Pesantren Darul Hadits Al-Faqihiyyah, sembari mengajar dan berkhidmah di sana selama kurang lebih sembilan tahun.

Masyayikh & Guru-Guru Utama

Sanad keilmuan beliau bersambung melalui jajaran guru-guru agung yang masyhur akan ketakwaan dan ilmunya:

Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri

Palu, Sulawesi Tengah

Al-Habib Abdul Qodir bin Ahmad Balfagih

Malang, Jawa Timur

Al-Habib Muhammad bin Alwi Al-Maliki

Makkah Al-Mukarramah

Al-Habib Abu Bakar bin Muhammad As-Seggaf

Gresik, Jawa Timur

Al-Habib Salih bin Muhsin Al-Hamid

Tanggul, Jember

Al-Habib Husein bin Hadi Al-Hamid

Brani, Probolinggo

Sanjungan Masyayikh & Pelopor Dakwah

"Ustadz Abdullah Abdun, semoga Allah membalas budi baiknya, beliau merupakan pejuang yang memiliki predikat Murabbi (pendidik sejati). Beliau adalah jundun majhul (prajurit tak dikenal yang tulus berjuang)."

— Al-Imam Abuya Al-Habib Muhammad bin Alwi Al-Maliki Al-Hasani (Makkah Al-Mukarramah)

Beliau juga dijuluki dengan sebutan "Abu Hanifah" oleh Habib Muhammad Al-Habsyi dikarenakan kecerdasan, kecermatan, dan kedalaman fiqih yang beliau miliki saat berkhutbah dan mengajar.

Dalam kancah dakwah, Asy-Syaikh Abdullah Awad Abdun tercatat sebagai pelopor pengiriman santri ke Makkah Al-Mukarramah untuk menimba ilmu secara langsung kepada Al-Imam Abuya Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki Al-Hasani, merintis jalan bagi generasi penerus ulama Ahlussunnah wal Jama'ah di tanah air.

Kewafatan Sang Murabbi

Setelah menuntaskan pengabdian tulus dalam mendirikan dan membesarkan Daruttauhid, Asy-Syaikh Abdullah Awad Abdun dipanggil menghadap Allah Subhanahu wa Ta'ala pada tanggal 1 Mei 2002 M (19 Shafar 1423 H) dalam usia 66 tahun.

Ribuan jamaah, habaib, masyaikh, santri, dan masyarakat mengiringi jenazah beliau menuju peristirahatan terakhir di Pemakaman Muslim Sumbersari, Kota Malang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *