Haul Akbar ke-24 Meneguhkan Semangat Melanjutkan Perjuangan As Syekh Abdullah Awad Abdun

Haul Akbar ke-24 Pendiri Pondok Pesantren Daruttauhid Malang
Suasana Haul Akbar ke-24 Pendiri Pondok Pesantren Daruttauhid Malang, As Syekh Abdullah Awad Abdun, yang dihadiri para habaib, ulama, santri, alumni, dan masyarakat.

Kota Malang, 2 Agustus 2026 – Pondok Pesantren Daruttauhid Malang menyelenggarakan Haul Akbar ke-24 Pendiri Pondok Pesantren Daruttauhid Malang, As Syekh Abdullah Awad Abdun, dengan penuh kekhidmatan pada Ahad (2/8/2026). Kegiatan yang dihadiri ribuan santri, alumni, masyarakat, para habaib, serta ulama ini menjadi momentum untuk mengenang sekaligus melanjutkan perjuangan dakwah, pendidikan, dan pengembangan tradisi keilmuan yang telah diwariskan oleh pendiri pesantren.

Rangkaian haul diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, dzikir, doa bersama, serta mauidzah hasanah dari para ulama. Suasana khusyuk tampak menyelimuti seluruh rangkaian acara sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa As Syekh Abdullah Awad Abdun dalam membangun Pondok Pesantren Daruttauhid Malang sebagai pusat pendidikan Islam yang terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam tausiyahnya, Prof. Dr. Habib Sayyid Aqil Husein Al Munawwar, M.A. menegaskan pentingnya semangat belajar sepanjang hayat. Beliau mengingatkan bahwa seorang ahli ilmu tidak pernah berhenti belajar.

"Seorang ahli ilmu terus menambah ilmu. Jika sudah tidak mau belajar, bukan lagi seorang ahli ilmu."

Beliau juga menyampaikan bahwa As Syekh Abdullah Awad Abdun merupakan seorang ahli ilmu yang tidak hanya mengajarkan ilmu melalui majelis-majelis pengajian, tetapi juga meninggalkan berbagai karya tulis yang hingga kini terus dipelajari oleh para santri. Warisan tersebut menjadi bukti bahwa ilmu yang diamalkan dan diwariskan akan terus memberikan manfaat lintas generasi.

Sementara itu, Habib Umar bin Ahmad Al Muthohar menyampaikan bahwa As Syekh Abdullah Awad Abdun selalu mengajarkan para santri agar melihat ke depan dan melihat ke atas. Melihat ke depan berarti memiliki cita-cita, visi, dan optimisme dalam meraih masa depan, sedangkan melihat ke atas berarti senantiasa mengangkat tangan memohon pertolongan kepada Allah SWT.

"Orang yang sering mengangkat tangan untuk berdoa, Allah SWT akan memberikan pertolongan-Nya."

Pesan tersebut mengandung makna bahwa ikhtiar dan doa merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Semangat belajar, bekerja keras, dan bersungguh-sungguh harus selalu disertai dengan ketawakalan kepada Allah SWT agar setiap langkah memperoleh keberkahan.

Haul Akbar ke-24 ini menjadi pengingat bahwa perjuangan seorang ulama tidak berhenti ketika beliau wafat. Perjuangan itu akan terus hidup selama ilmu dipelajari, diamalkan, diajarkan, dan diwariskan kepada generasi penerus. Semangat itulah yang terus dijaga oleh Pondok Pesantren Daruttauhid Malang dalam membina santri yang berilmu, berakhlak mulia, serta siap memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

Haul bukan sekadar mengenang sosok pendiri, tetapi menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat menuntut ilmu, memperkuat akhlak, mempererat ukhuwah, serta melanjutkan perjuangan dakwah yang telah diwariskan oleh As Syekh Abdullah Awad Abdun kepada para santri dan generasi penerus.

Postingan Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *