Ziarah Sya’ban sebagai Kelas Sejarah Hidup: Santri Daruttauhid Malang Belajar Sejarah dan Spiritual Penuh Nilai Edukatif

Pondok Pesantren Daruttauhid Malang

Selasa, 27 Januari 2026 — Santri Pondok Pesantren Daruttauhid Malang melaksanakan kegiatan Ziarah Sya’ban sebagai bagian dari pembelajaran sejarah dan penguatan spiritual menjelang bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi tradisi rutin tahunan, tetapi dikemas sebagai kelas sejarah hidup yang mengajak santri mengenal langsung jejak perjuangan para ulama Nusantara. Melalui ziarah, santri diajak memahami nilai keilmuan, dakwah, dan keteladanan yang diwariskan oleh para pendahulu.

Dalam rangkaian ziarah tersebut, santri diperkenalkan pada sosok-sosok ulama besar yang memiliki peran penting dalam sejarah Islam di Indonesia, salah satunya KH. Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani atau Mbah Sholeh Darat. Beliau dikenal sebagai ulama abad ke-19 yang berperan besar dalam membangun kesadaran keilmuan umat di tengah tekanan kolonialisme. Kisah perjuangan beliau menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya dakwah melalui ilmu dan pendidikan.

Pondok Pesantren Daruttauhid Malang


Ziarah ini juga menjadi sarana pembelajaran tentang hubungan erat antara agama, budaya, dan kebangsaan. Melalui karya-karyanya yang ditulis dalam aksara Pegon, Mbah Sholeh Darat berhasil membuka akses pemahaman agama bagi masyarakat pribumi tanpa harus meninggalkan identitas lokal. Santri Daruttauhid Malang diajak meneladani semangat tersebut, bahwa Islam dapat diajarkan secara membumi, ramah, dan kontekstual.



Selain memperdalam pemahaman sejarah, kegiatan Ziarah Sya’ban ini bertujuan menumbuhkan adab dan sikap hormat santri kepada para ulama. Doa bersama, refleksi sejarah, dan pendampingan ustaz selama perjalanan menjadikan ziarah sebagai proses pendidikan yang utuh, menyentuh aspek intelektual, spiritual, dan karakter. Nilai-nilai inilah yang terus ditanamkan dalam tradisi pendidikan pesantren.

Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Daruttauhid Malang menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan yang mengintegrasikan ilmu, akhlak, dan sejarah perjuangan ulama dalam proses pembelajaran. Pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang pembentukan jati diri generasi muda yang beriman, berilmu, dan berwawasan kebangsaan. Daruttauhid Malang membuka kesempatan bagi para orang tua dan calon santri yang ingin merasakan pendidikan pesantren yang menyeimbangkan tradisi, keilmuan, dan tantangan zaman.

Postingan Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *