Menjadi Santri Daruttauhid: Menapaki Jejak Ulama dengan Pendidikan Ilmu dan Akhlak
Surakarta, 28 Januari 2026 — Hari ketiga Ziarah Sya’ban santri Pondok Pesantren Daruttauhid Malang diisi dengan napak tilas sejarah perjuangan para habaib di Masjid Riyadh, Solo. Kegiatan ini menjadi bagian dari pendidikan santri untuk menapaki jejak ulama melalui pembelajaran langsung dari sejarah dakwah Islam yang penuh keteladanan. Santri tidak hanya diajak berziarah, tetapi juga memahami bagaimana ilmu dan akhlak dibangun melalui perjuangan kultural dan spiritual.
Perjuangan dakwah tersebut dirintis oleh Habib Alwi bin Ali Al-Habsyi dengan mendirikan Masjid Riyadh pada tahun 1916 sebagai pusat pendidikan dan pembinaan ruhani. Beliau memindahkan atmosfer keilmuan Hadramaut ke tanah Jawa dengan pendekatan dakwah yang lembut, merangkul, dan menenangkan jiwa. Keteladanan beliau menjadi contoh nyata bahwa pendidikan Islam berakar pada akhlak dan pelayanan umat.
Estafet perjuangan kemudian dilanjutkan oleh Habib Ahmad bin Alwi Al-Habsyi yang menjaga tradisi keilmuan di tengah dinamika perubahan zaman. Fokus beliau pada pendidikan zawiyah dan pengkajian kitab-kitab klasik menjadi bukti pentingnya kesinambungan ilmu dari generasi ke generasi. Nilai ini sejalan dengan sistem pendidikan Daruttauhid yang menekankan pendalaman ilmu agama secara bertahap dan berkesinambungan.
Sosok Habib Anis bin Alwi Al-Habsyi menjadi figur yang paling dikenal luas dengan dakwahnya yang santun dan menyejukkan. Di bawah kepemimpinan beliau, Haul Solo berkembang menjadi agenda internasional yang mempersatukan umat dari berbagai latar belakang. Istiqamah beliau dalam memimpin ibadah dan majelis ilmu mencerminkan perpaduan antara keilmuan, akhlak, dan pengabdian.
Melalui rangkaian ziarah ini, santri Daruttauhid Malang belajar bahwa menjadi santri berarti menapaki jejak ulama dengan meneladani ilmu, akhlakul karimah, dan khidmatul ummah. Masjid tidak hanya dimaknai sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pembentukan karakter dan kepedulian sosial. Nilai-nilai inilah yang terus ditanamkan di Pesantren Daruttauhid dalam mencetak generasi berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi kepada umat.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar