Belajar Adab dan Dakwah dari Sunan Bonang Bersama Santri Daruttauhid Malang
Senin, 26 Januari 2026, santri Daruttauhid Malang melaksanakan Ziarah Sya’ban dengan tujuan pertama ke makam Sunan Bonang di Tuban. Kegiatan ini menjadi sarana belajar langsung tentang adab, keteladanan, dan dakwah para ulama. Santri diajak memahami bahwa ziarah adalah bagian dari pendidikan hati.
Sunan Bonang dikenal sebagai ulama besar Walisongo yang berdakwah dengan cara santun dan penuh hikmah. Beliau mendekati masyarakat lewat budaya, bukan dengan paksaan. Nilai adab inilah yang ditanamkan kepada santri dalam setiap kegiatan pesantren.
Melalui tembang, gamelan, dan wayang, Sunan Bonang menyampaikan ajaran Islam dengan bahasa yang mudah diterima. Dakwah dilakukan dengan kelembutan dan kebijaksanaan. Santri belajar bahwa akhlak yang baik adalah kunci dakwah yang diterima masyarakat.
Salah satu warisan beliau yang terkenal adalah tembang “Tombo Ati” yang sarat pesan perbaikan hati. Pesan sederhana namun dalam ini relevan untuk kehidupan santri masa kini. Daruttauhid Malang menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai bagian dari pembinaan sehari-hari.
Kegiatan Ziarah Sya’ban ini menegaskan komitmen Daruttauhid Malang dalam mendidik santri yang beradab dan siap berdakwah dengan cara yang bijak. Pendidikan tidak hanya soal ilmu, tetapi juga keteladanan. Penerimaan Santri Baru Daruttauhid Malang Tahun 2026 telah dibuka bagi orang tua yang ingin pendidikan utuh bagi putra-putrinya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar