Keberkahan Sahur: Bukan Sekadar Makan Sebelum Subuh
Bagi banyak orang, sahur mungkin terasa sekadar rutinitas: bangun dini hari, makan seadanya, lalu kembali menunggu azan Subuh. Padahal dalam ajaran Islam, sahur menyimpan keberkahan yang luar biasa. Bahkan Muhammad menganjurkan umatnya untuk bersahur karena di dalamnya terdapat keberkahan.
- Perintah Rasulullah: Sahur sangat dianjurkan karena di dalamnya terdapat keberkahan.
- Bentuk Keberkahan: Keberkahan tersebut meliputi makanan yang diberkahi, waktu untuk berzikir dan salat di sepertiga malam, serta sebagai pembeda (mukhalafatul) dengan ibadah kaum Yahudi dan Nasrani.
- Rahmat dan Doa: Orang yang bersahur, meskipun hanya dengan seteguk air, akan mendapatkan rahmat dari Allah dan doa ampunan dari para malaikat.
Waktu dan Adab Sahur
- Awal Waktu Sahur: Menurut kitab Fathul Muin, waktu sahur sudah dimulai sejak pertengahan malam (sekitar jam 11 atau 12 malam). Jadi, jika seseorang makan setelah tarawih dengan niat sahur, ia sudah dianggap menunaikan sunnah sahur.
- Waktu Paling Utama (Afdhal): Meskipun boleh dilakukan sejak tengah malam, yang paling utama adalah mengakhirkan waktu sahur mendekati waktu subuh.
- Makanan Terbaik: Kurma adalah makanan yang paling utama untuk dikonsumsi saat sahur.
- Makan Berjamaah: Disunnahkan untuk makan sahur bersama-sama karena semakin banyak orang yang makan bersama, semakin besar keberkahannya.
Kesimpulan Adab Sahur
- Mengakhirkan waktu sahur.
- Mengonsumsi kurma.
- Makan secara berjamaah atau bersama-sama.
- Mengisi waktu sahur tidak hanya dengan makan (zahir), tetapi juga dengan ibadah batin seperti tahajud dan doa di waktu yang mulia tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar